sare

Berantas Judi Online, Wali Kota jangan “Mandul”

BANDA ACEH – Anggota DPRK Banda Aceh Mukminan, SE prihatin atas maraknya judi online yang dewasA ini tengah merasuki generasi muda, khususnya warga kota Banda Aceh.

Untuk itu, Mukminan meminta Wali Kota agar lebih proaktif dalam memberdayakan para stafnya yang mengepalai dinas-dinas terkait agar mencari langkah-langkah antisipasi dan pengawasan, sehingga praktik judi online tersebut tidak terus berkembang tanpa kendali dari pemerintah.

Langkah gerak cepat itu, menurut Mukminan, selain terus berkoordinasi dengan pihak internal Pemko Banda Aceh, juga perlu melakukan kerja sama dengan provider penyedia layanan internet.

“IT yang ada di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Infirmatika Pemko harus bekerja keras, harus proaktif. Jadi, Wali Kota jangan mandul,” tukas Mukminan kepada Serambinews.com, Senin (4/1/2016) petang.

Politisi PKS ini juga meminta Wali Kota perlu memberikan informasi dan sekaligus sosialisasi kepada warga, misalnya harus melapor kemana saja jika masyarakat menemukan situs judi online atau pihak-pihak tertentu yang sedang bermain judi tersebut.

“Saya kira ini tindakan praktis dalam waktu dekat yang harus segera diwujudkan. Sedangkan untuk jangka panjang harus diatur dalam qanun,” ulas Mukminan, memberi solusi.(*)

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2016/01/04/berantas-judi-online-mukminan-minta-wali-kota-jangan-mandul

Informasi Terkait : http://www.sare.or.id/judi-online/ dan http://www.sare.or.id/hubkomintel-tak-sanggup-tertibkan-judi-online/

sare

Open Data Bisa Menyelamatkan Nyawa

Integer tincidunt. Cras dapibus. Vivamus elementum semper nisi. Aenean vulputate eleifend tellus. Aenean leo ligula, porttitor eu, consequat vitae, eleifend ac, enim. Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet. Quisque rutrum. Aenean imperdiet. Etiam ultricies nisi vel augue. Curabitur ullamcorper.

perkembangan-judi-online

Judi Online Marak di Aceh

Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim. Donec pede justo, fringilla vel, aliquet nec, vulputate eget, arcu. In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo.

Pemanfaatan TIK dalam Pemberdayaan Masyarakat

Ekonomi Masyarakat Indonesia

Menurut data sensus penduduk tahun 2008, sekitar 56 persen penduduk Indonesia tinggal di pedesaan dan sebagian besar penduduk desa adalah miskin dan terbelakang. Dari sekitar 37 juta rakyat Indonesia yang miskin, sebanyak 63,58 persen diantaranya adalah orangdesa dan 70 persennya adalah petani. Dalam dua dekade terakhir, posisi desa sebagai kantong kemiskinan utama tidak pernah beringsut.

Data terbaru dari Kompas Cetak tanggan 26 April 2010 menyatakan bahwa petani semakin miskin karena pendapatan tidak meningkat walaupun produksi terus naik. Kegiatan ekonomi hanya dititikberatkan pada peningkatan produksi pangan, namun lupa pada kegiatan yang memiliki nilai tambah besar seperti perdagangan, pengadaan sarana produksi pertanian, serta kegiatan pengolahan hasil dan perdagangan produk pertanian. Kegiatan ini justru diserahkan kepada pihak yang bukan petani. Salah satu hal yang paling memukul petani adalah adanya transmisi harga produk pertanian yang tidak simetris. Penurunan harga di tingkat konsumen langsung ditransmisikan dengan cepat dan sempurna ke petani. Namun, kenaikan harga ditransmisikan secara lambat dan tidak sempurna ke petani.

Read more